top of page

Merindukan Surga Di Malam Seribu Bulan (Ahmad Jauhari Zuhair)

Langit malam yang terang terdapat sinar rembulan dan bintang yang yang senantiasa di rumahnya.Beberapa kali aku menjalankan puasa tanpa kehadiran seseorangpun termasuk orangtuaku.Beruntung aku bisa menjalankan ibadahku dengan lancar.Ibu yang selalu menyemangatiku dalam berkegiatan apapun terutama masalah ibadah yang senantiasa memberikanku hal hal yang menarik padaku,hal iti yang membuatku lebih semangat untuk menjalankannya,tanpa beliau mungkin hidupku tidak akan sempurna semenjak aku memisahkan diri dari ibuku.

Sekarang,hal yang sangatku inginkan untukku segera pulang.dalam hati kerinduanku pada ibu menjadi harapan yang tidak bisa untuk ditawar.aku sempat lupa akibat sibuk dengan kesibukan duniaku yang baru,dalam menuruti kemauan sampai lupa mengingat sejarahku dahulu.kurang lebih delapan tahun lalu aku pergi kulia dan berkerja ke luar negri dan meninggalkan ibuku sediri,sebagai seorang ibu ,aku begitu faham bagaimana kebahagiaan dapat tersalurkan,apalagi kebahagiaan ibu mungkin melebihi kebahagiaanku.

Menjalankan kehidupan saat ini,di kota besar dengan beragam etnis membuatku mengenal banyak yang harus aku pahami,dalam mengatasi kesabaran negara yangku tempati terjadi genjatan senjata sehingga aku terpaksa tidak bisa kembali kenegara asalku untuk bertemu ibu dengan cepat.begitu besar harapanku untuk menyentuh kehidupan yang ku tempati,hingga aku takut untuk pulang karang belum stabilnya negara tersebut,dalam kerinduanseorang ibu menjadi pesan singkat ibuku menanyakan kabar tentangku.

Aku terus melakukan kebiasaan yang selalu kujalani terawih dan tidak lupa untuk berdoa dalam keinginanku menemui ibu,dengan menyambut malam lailatul kodar bulan seribu bulan,hatiku kemudian tergerak untuk pulang,dengan tekat kuat aku memesan tiket pesawat kemudian tidak disangka sangka aku di permudah pulang oleh tentara yang berjaga di bandara,aku merasa seakan akan doaku kupanjatkan terkabul mengingat harapanku yang mulia.dalam penggambaranku bagaimana surga itu yang senantiasa mengalir dalam cinta seorang ibu.

Comments


© 2019 By Coastrac 18. Proudly created with Wix.com

  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon
© Copyright
bottom of page