top of page

Hati Nurani Singa (Alif Muhammad Al-Hanif)

Di suatu pedesaan, hiduplah pemuda miskin yang sebatang kara. Aldi panggilan akrab warga. Ia tidak memiliki harta benda kecuali gubuk yang sudah rapuh peninggalan orang tuanya. Untuk menghidupi dirinya,Aldi tersebut selalu mencari kayu bakar di tengah hutan, lalu dijualnya atau ditukarnya dengan kebutuhan pokok lainnya. meski hidup serba kekurangan, namun pemuda tersebut sangat baik hati dan penyabar.

Ketika suatu hari Aldi tengah mencari kayu bakar, terdengar di balik semak-semak suara rrintihan singa yang sedang kesakitan. Dengan rasa cemas dihampirinya, singa tersebut yang sedang merintih karena tertindih sebuah kayu balok yang sangat besar pada bagian punggung singa. Dengan rasa takut Aldi yang merasa prihatin dan iba kemudian menghampiri sembari mencoba menenangkan singa.

“Tenanglah wahai raja hutan, aku tidak akan menyakitimu atau memburumu, aku akan membantu melepaskan kayu balok ini dari pungungmu” Kata Aldi. Mendengar ucapan pemuda tersebut, singa itu kemudian terdiam seolah mempersilakan pemuda untuk menolongnya. Tak lama kemudian kayu balok di punggung singa terebut berhasil disingkirkan dari punggung singa. Pemuda tersebut kemudian berlari terbirit birit menghindar dari singa tersebut karena takut dimangsa.

Kemudian ia tidak sengaja menabrak kereta kencana milik raja yang sedang lewat sehingga kereta tersebut terbalik. Meski telah bersimpuh dan memohon ampun kepada sang raja, sang raja pun tidak menghiraukanya. “Pengawal tangkap pemuda ini ! ” seru raja kepada pengawalnya. Akhirnya pemuda itu ditangkap dan dipenjara. Setelah beberapa hari di penjara pemuda tersebut akhirnya di jatuhkan hukuman mati.

Gelap gulita hanya secercah cahaya bintang yang menerangi rangkaian kayu berbentuk kotak tersebut, Kemudian dimasukkan lah pemuda tersbut ke dalam ruangan gelap yang berisi binatang buas. Dengan perasaan sedih dan pasrah, ia merelakan dirinya menjadi santapan binatang buas.” Oh tuhan hamba pasrah kepadamu” kata hati kecil pemuda itu seraya meneteskan air mata dengan tubuh tanpa daya dan kuasa. Akan tetapi alangkah terkejutnya pemuda tersebut ketika binatang yang ada di dalam ruangan tersebut tidak menyentuhnya sama sekali. Setelah beranjak siang, baru ia mulai bisa melihat, binatang apa yang ada dalam ruangan.

Binatang buas tersebut adalah singa yang ia selamatkan beberapa hari yang lalu. Singa tersebut ternyata peliharaan kesayangan milik raja. Pemuda tersebut lantas bertanya “kenapa kau tidak mematuhi perintah raja untuk memangsaku wahai singa?. Singa tersebut kemudian menjawab “Mana mungkin aku menyakiti orang yang telah berjasa menolong dan menyelamatkanku”. Akhirnya salah satu prajurit mengetahui bahwa pemuda itu masih hidup. Berlarilah prajurit tersebut ke dalam istana

“ Mohon ampun baginda pe…. Pee…” kata prajurit dengan nafas yang ter engah-engah. “Ahhh kamu ini ngomong apa sih yang jelas dong kalau ngomong, atur dulu nafasmu itu” sahut sang raja. Setelah prajurit itu mengatur nafasnya kemudian melanjutkan ucapan nya “ Pemuda kemaren belum mati baginda”. “Apa ??? Mana mungkin singa yang selalu mematuhiku berani tidak mematuhi perintahku” Sahut raja kembali. Akhirnya sang raja dan prajuritnya bergegas menuju kandang singa.

“ Kenapa kamu tidak memangsanya ?” tanya raja kepada singa dengan nada yang tinggi.” Maaf bagida pemuda ini orang baik, dia yang telah menyelamatkanku ketika aku tertimpa kayu balok yang besar” jawab singa dengan badan gemetar. “ Oh jadi begini kamu sekarang singa? Sudah berani melawanku” lontaran kalimat kepada singa kembali. “Prajurit tangkap mereka berdua, penggal kepala mereka berdua !!” seru sang raja kepada rajuritnya. Kemudian mereka pun mati di tangan si raja yang bengis itu.

Lambat laun hari demi hari terlewati sang raja pun terus terbayang bayang dan dihantui oleh pemuda dan singa kesayangan nya tersebut. Di tengah malam yang dingin, sang raja pun mendengar aungan singa yang terus menerus tedengar ditelinganya. Kemudian sang raja pun bergegas untuk keluar kamar menuju halaman depan istana. Sang raja pun terkejut dan kaget melihat singa yang dulu telah dibunuhnya berdiri tegak menantang dengan ditemani pemuda yang miskin itu. “ Hai rajaku masih ingatkah kamu kepadaku?” sapa singa kepada sang raja. Sang raja pun hanya terdiam bisu seribu kata. “ Malam yang dingin dengan ditemani anngin yang berhembus kencang inilah yang akan menjadi saksi bisu akhir hayatmu wahai sang raja” kata singa kepada sang raja. Kemudian singa tersebut menghampiri sang raja dan memojokkan nya. Ketika singa itu mau melahap sang raja terdengarlah suara.

Kukuruyuk…. Akhrinya sang raja pun terbangun dari tidurnya. Setelah terbangun dari tidurnya sang raja pun terus memikirkan maksud dari mimpinya tersebut. Akhirnya sang raja pun pergi kepada seseorang yang ahli dalam tafsir mimpi dan menceritakan kembali mimpinya. Kemudian orang tersebut memberikan nasihat kepada sang raja “ Wahai baginda segeralah meminta maaf kepada kepada singa kesayanganmu dan pemuda miskin itu, setelah itu bertaubatlah dan berbuat baiklah kepada semua rakyatmu, karena umur baginda sudah tidak lama lagi”. Setelah mendengar nasihat dari ahli tafsir mimpi tersebut sang raja pun melakukan semua nasihat nasihatnya. Setelah semua nsihatnya sudah terlaksana tidak lama kemudian akhirnya sang raja pun mati dengan keadaan raut wajah yang tersenyum.

Comments


© 2019 By Coastrac 18. Proudly created with Wix.com

  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon
© Copyright
bottom of page