Kado Istimewa (Arum Tri Wulandari Adnan)
- Coastrac 18

- Jul 26, 2019
- 8 min read
Rina seorang anak rantau memiliki karir yang sangat baik didunia pekerjaan, dia menjabat sebagai sekretaris atasan di kantornya. Rina memiliki citra yang sangat baik dalam pekerjaan di kantornya, hampir semua orang di kantornya mengenal rina karena potensinya yang sangat baik. Rina berasal dari sebuah kampung yang berada di pulau jawa dan rina mengadu nasib di jakarta, dia merupakan seorang anak dari buruh tani di kampung halamannya. Sekarang rina menjadi tulang punggung bagi keluarganya semenjak ayahnya meninggal dunia di saat rina masih duduk di bangku smp.
"Assalamualaikum bu, kenapa telpon sepagi ini Bu?" ucap rina dengan suara ngantuknya
"Waalaikumsalam nak, kenapa masih tidur nak? Ini sudah masuk waktu subuh, kamu bangun sholat ya nak"
"Aduh bu rina capek, semalam rina lembur ngerjain tugas kantor bu. Jadi sekarang rina ngantuk banget bu, sholatnya nanti aja bu" ucap rina dengan nada kesal
"Ya Allah nak, ibu tau kamu capek tapi kamu tidak boleh meninggalkan kewajiban kamu untuk sholat, ayo sekarang bangun sholat nak" ucap ibunya dengan suara yang lembut
"Bu rina udah bilangkan kalau rina itu ngantuk bu, jadi sholatnya nanti aja sekarang rina mau tidur lagi. Sudah ya bu rina matikan teleponnya rina ngantuk mau tidur"
Rina mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari ibunya, mendengar jawaban anaknya ibu rina merasa sedih sebab rina sekarang sudah berubah. Dulu rina selalu rajin untuk menunaikan ibadah sholat tetapi semenjak rina naik jabatan menjadi sekertaris dia sudah mulai minggalkan sholatnya. Rina juga sudah jarang untuk menghubungi ibunya yang berada di kampung, meskipun jarang menghubungi ibunya tetapi rina selalu mengirim ibunya uang setiap bulannya. Rina selalu sibuk bekerja dan tidak punya waktu untuk pulang ke kampungnya untuk bertemu ibunya, ibunya selalu merasa sedih akibat perubahan rina yang sekarang. Ibunya hanya bisa mendoakan agar rina bisa seperti dulu lagi.
Pukul 06.00 pagi rina sudah bangun dan mulai bersiap-siap untuk bekerja di kantor, sudah tiga hari ibu rina selalu menelpon rina di pagi hari untuk membangunkan rina sholat subuh tetapi sudah tiga hari juga rina beralasan saat di suruh sholat subuh, tapi hari ini ibu rina tidak menelepon rina seperti biasanya. Dua hari kemarin di telpon ibu rina mengeluh kalau dadanya sering sakit-sakit di malam hari, rina juga sudah menyuruh ibunya untuk periksa ke puskesmas tetapi ibu rina tidak mau dengan alasan ibunya mungkin hanya butuh istirahat saja. Setibanya di kantor rina mulai bekerja seperti biasanya, tetapi muncul perasaan khawatir di hati rina mengenai ibunya yang sejak pagi belum menelpon rina. Rina mulai tidak konsentrasi dalam mengerjakan berkas-berkas yang di suruh atasannya, perasaan rina benar-benar tidak enak mengenai ibunya. Akhirnya rina memutuskan untuk menelpon ibunya.
"Kenapa ibu tidak mengangkat teleponnya?, biasanya ibu tidak pernah begini kalau di telpon pasti selalu menjawab" ucap rina dalam hati semakin khawatir kepada ibunya karena terus-menerus tidak mengangkat teleponnya.
Semakin khawatir kepada ibunya rina langsung menelpon pak rt yang sekaligus tetangga rina di kampung untuk melihat ibunya, kenapa beliau tidak mengangkat telepon dari rina. Setelah menghubungi pak rt, rina semakin merasa khawatir kepada ibunya entah kenapa perasaan rina semakin tidak karuan memikirkan ibunya. Sambil menunggu kabar dari pak rt rina mencoba untuk fokus dalam bekerja.
Sudah satu jam berlalu dan rina masih tetap mencoba untuk fokus dengan pekerjaannya, rina juga mulai merasa risau karena pak rt belum juga menghubunginya.
" Kenapa pak rt belum menghubungiku? Apa terjadi sesuatu sama ibu? Ya Allah aku khawatir sekali dengan ibu" ucap rina dalam hati
Kemudian hp rina berdering tetapi bersamaan dengan berderingnya hp rina, rina mendapat panggilan dari telpon kantor merasa bingung rina harus menjawab yang mana telpon dari pak rt yang mengenai ibunya atau telepon dari kantor dari atasannya. Akhirnya rina memutuskan untuk mengangkat telepon dari atasannya dan tidak mengangkat telepon dari pak rt. Setelah mengangkat telepon dari atasannya rina langsung menuju ruang atasannya. Hampir 1 jam rina berada di ruang atasannya dan akhirnya rina bisa keluar untuk mengerjakan tugas yang di berikan atasannya.
Sampai di ruang kerjanya rina langsung mengambil handphonenya dan melihat ada banyak sekali panggilan dan sms dari pak rt, rina benar-benar merasa sangat khawatir dan langsung menelpon pak rt kembali. Mendapat jawaban dari pak rt rina langsung bertanya kepada pak rt apakah ibunya baik-baik saja, dengan suara yang pelan pak rt menjawab bahwa ibunya rina sekarang berada di puskesmas dan sedang koma mendengar jawaban pak rt rina langsung kakinya lemas tidak mampu menumpu badannya. Air mata rina mulai mengalir dan rina langsung bergegas pergi dari kantor untuk pulang ke kampung halamannya. Rina pergi dari kantor tanpa memberi tau atasannya padahal sebelumnya rina di berikan tugas yang sangat penting dari atasannya. Rina bergegas pulang ke kosnya untuk menyiapkan pakaiannya agar, setelah menyiapkan pakaiannya rina langsung bergegas pergi ke stasiun untuk membeli tiket kereta. Rina semakin khawatir dengan keadaan ibunya, sebelum berangkat ke stasiun kereta api rina mendapatkan informasi dari pak rt bahwa ibunya sudah di bawa ke rumah sakit dan masih belum sadarkan diri. Di sepanjang perjalanan menuju kampung halamannya rina hanya terdiam melamun sambil memikirkan ibunya.
Pukul 03.00 dini hari rina sampai di kampung halamanya, dari stasiun rina langsung bergegas menaiki taksi untuk menuju rumah sakit tempat ibunya di rawat, di perjalanan rina sempat mendapat kabar dari pak rt bahwa ibunya tadi sudah sadar dan memanggil-manggil nama rina terus. Di perjalanan menuju rumah sakit rina masih tetap terdiam dan melamun, sesampainya di rumah sakit perasaan rina semakin tidak enak, keringat dingin mulai bercucuran di dahinya. Rina menuju resepsionis menanyakan ruangan ibunya di rawat, setelah tau rina langsung berlari menuju ruangan ibunya. Semakin dekat dengan ruangan ibunya perasaan rina makin tidak enak. Di depan pintu ruang rawat ibunya ada pak rt yang sedang berbicara dengan dokter, rina melihat raut wajah pak rt berbicara dengan dokter begitu sedih.
"Pak rt, bagaimana keadaan ibu saya? Apa dia masih sadarkan diri? Saya mau masuk melihat ibu saya pak"
Pakrt tidak menjawab pertanyaan rina, melainkan menyuruhnya untuk tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang telah terjadi. Mendengar itu rina langsung masuk ke ruang rawat ibunya, rina melihat wajah ibunya sudah di tutupi kain oleh suster. Rina berjalan dengan lemas, air matanya mulai mengalir di pipinya dan hatinya merasa sakit sekali perasaan rina sekarang benar-benar campur aduk. Dengan tangan gemetar rina membuka kain yang menutupi wajah ibunya, dia melihat wajah ibunya yang sangat pucat dan dia memegangi wajah ibunya untuk terakhir kalinya. Rina merasa menyesal karena tidak bisa berada di sisi ibunya di saat terakhir ibunya, rina mulai menangis tersedu-sedu sambil mengujang-guncangkan tubuh ibunya yang telah kaku dan dingin itu. Sekarang rina tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini, ibunya telah pergi meninggalkannya sendirian. Rina benar-benar terpukul atas kepergian ibunya ini dan di hatinya muncul rasa bersalah kepada ibunya. Keesokan harinya ibu rina di makamkan di pemakaman umum dekat rumah rina, rina masih saja menangis tersedu-sedu. Rina masih belum bisa menerima bahwa ibunya telah pergi. Sepulang dari pemakaman rina langsung pulang ke rumah.
Di rumah rina hanya bisa melamun saja, rina bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Sekarang rina hanya sendiri tidak ada lagi ibu atau ayah yang menemaninya, rina masuk ke kamar ibunya untuk mengingat kembali kenangan bersama ibunya dulu. Tok...tok...tok... suara pintu di ketuk, rina langsung bergegas menuju pintu untuk membukanya.
"Eh,, pak rt ada apa pak kemari?"ucap rina dengan suaranya yang pelan
"Ini nak rina, kemarin sebelum bapak membawa ibu nak rina ke puskesmas ibu nak rina menitipkan kado ini untuk di berikan kepada nak rina"
Rina langsung mengambil kado itu dari pak rt dan mengucapkan terimakasih kepada pak rt, kemudian pak rt pamit pulang dan rina langsung masuk ke dalam rumah. Rina melihat-lihat kado itu tetapi tidak berniat untuk membukanya. Besok pagi rina berencana untuk balik ke jakarta, dia tidak ingin berlama-lama di kampung halamannya karena dia tidak mau teringat ibunya terus-menerus sehingga membuat rina semakin menyesal.
Sebelum berangkat ke ibu kota rina pergi ke makam ibu dan ayahnya untuk terakhir kali, di makam ibunya rina menangis dan mengucapkan kata maaf berulang-ulang kali karena tidak bisa hadir tepat waktu di saat-saat terakhir ibunya. Rina berangkat ke stasiun kereta api sendiri biasanya kalau rina pulang ke kampung halamannya dan akan balik lagi ke jakarta ibunya pasti mengantarkannya ke stasiun. Di dalam kereta api rina tertidur pulas karena akhir-akhir ini dia selalu susah untuk tidur. Pukul 19.00 rina sampai di jakarta, rina langsung menyetop taksi untuk mengantarkan rina ke kosnya. Sesampainya di kos rina merapikan barang-barang bawaannya dan dia melihat lagi kado dari ibunya tetapi rina masih saja tidak mau membukanya, rina meletakan kado itu di bawah tempat tidurnya. Setiap subuh rina selalu saja terbangun mengingat ibunya yang sering membangunkannya, tetapi sekarang semua itu tidak akan pernah bisa terjadi lagi dan setiap subuh itu juga rina selalu menangis sambil menyesali kelakuannya kepada ibunya.
Seminggu berlalu setelah kepergian ibunya rina akhirnya memutuskan untuk kembali bekerja, sebelum rina sudah izin ke bosnya untuk cuti sementara karena ibunya meninggal. Di kantor rina bekerja seperti biasanya, tiba-tiba telepon kantor berdering dan rina langsung mengangkatnya ternyata atasannya menelponnya, rina langsung bergegas menuju ruang atasannya. Di ruang atasannya rina merasa takut karena raut wajah atasannya seperti marah dan kecewa.
"Permisi pak, ada apa bapak memanggil saya?" Ucap rina dengan sedikit gemetar
"Saya memanggil kamu karena kamu berbuat salah rina"
"Sa.. saya belum berbuat salah apa pak?" Ucap rina terbata-bata
" Saya benar-benar kecewakan sama kamu rina, gara-gara kamu tidak menyelesaikan dokumen yang saya berikan ke kamu 2 minggu lalu perusahaan jadi rugi besar rina!"
Rina benar-benar lupa kalau dia pernah di berikan dokumen penting dari atasannya.
"Saya minta maaf pak, saya benar-benar lupa pak dengan dokumen itu"
"Saya tau rina minggu lalu ibu kamu baru saja meninggal dan saya juga tau waktu itu kamu langsung meninggalkan kantor begitu saja tanpa izin ke saya, tetapi kenapa berkas penting itu kamu tidak berikan kepada pegawai lain agar di kerjakan dan tidak hanya kamu taruh di meja kerjanmu rina" ucap atasan
"Saya benar-benar lupa pak, waktu itu saya benar-benar panik dan di pikiran saya hanya ada ibu saya pak. Saya minta maaf pak atas kelalaian saya dalam bekerja." ucap rina dengan sedih
"Saya sudah memaafkan kamu rina tetapi dengan berat hati kamu saya pecat"
Mendengar ucapan atasannya rina benar-benar kaget dan lemas.
"Pak saya mohon jangan pecat saya pak, saya tau saya salah pak dan saya tidak akan lagi mengulanginya pak" ucap rina sambil memohon-mohon ke atasannya
"Mohon maaf rina ini sudah keputusan yang bulat, jadi tidak bisa di ubah lagi. Silahkan keluar dari ruangan saya dan terimakasih"
Rina keluar dengan wajah yang sangat sedih, dia langsung ke meja kantornya untuk membereskan barang-barangnya. Semua pegawai sudah tau bahwa rina di pecat dan semua pegawai juga menjauhinya. Rina pulang ke kosnya dengan wajah yang benar-benar sedih, di kamarnya rina menangis tersedu-sedu, dia sangat sedih kenapa semua ini terjadi kepadanya ibunya belum lama meninggalkannya dan sekarang dia harus kehilangan pekerjaannya. Rina merasa tidak sanggup untuk hidup lagi, dia merasa benar-benar sendiri.
Sambil menangis rina teringat kembali bahwa ibunya pernah memberinya kado, tidak tau kenapa rina ingin membukanya saat ini. Dengan lemas rina mencari-cari dimana kado itu di simpan, setelah menemukannya rina membukanya perlahan-lahan. Rina menemukan sebuah surat yang berisi tulisan tangan ibunya.
"Rina sayang ini hadiah dari ibu buat kamu nak, hadiah ini ibu buat sendiri khusus untuk anak ibu tersayang. Maafkan ibu ya nak kalau ibu suka menganggumu di saat kamu bekerja nak, maafkan ibu juga yang selalu memintamu untuk pulang menemui ibu. Sebenarnya ibu rindu sekali kepadamu nak, ibu ingin sekali bertemu denganmu tetapi ibu mengerti bahwa kamu terlalu sibu untuk bertemu dengan ibu. Semoga kado dari ibu ini bisa membuatmu berubah seperti dulu nak. “
Rina semakin menangis tersedu-sedu tenyata ibunya ingin sekali bertemu dengannya tetapi dirinya hanya sibuk untuk bekerja, kemudian rina melihat isi kadonya tenyata isinya sebuah mukena yang sangat cantik berwarna putih. Rina langsung memeluk mukena itu sambil menagis, ternyata dengan kado mukena dari ibunya membuat rina tersadar bahwa selama ini dia sudah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Rina benar-benar menyesali perbuatannya, sekarang yang bisa dilakukannya hanya menangis saja. Setelah selesai menangis rina langsung mengambil air wudhu dan mengerjakan kewajibannya sebagai muslim.Beberapa hari setelah membuka kado dari ibunya, rina sekarang sudah berubah dia sekarang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan selalu mendoakan kedua orang tuanya. Sekarang juga rina mulai mencari-cari pekerjaan lagi.



Comments