Mimpi Dalam Malam (Jiddanul Mahbubil Haq)
- Jidann Haq 26

- Jul 26, 2019
- 6 min read
Ruangan ini gelap karena malam mengelilingi hanya ada cahaya layar laptopku ini, banyak renungan untuk hari ini yang bisa di hargai. Alunan musik ini membuat semua kata tercurahkan olehku, rasanya aku hanya ini mengakhiri pekerjaan itu. Aku melihat suasana malam di balik jendela ruangan ini, terduduk memikirkan hal yang indah untuk dilakukan. Rasanya tertidur badan ini di sini, sembari melihat impian itu.
Saat itu aku keluar ke balkon ruangan ini terdengar suara hatiku sendiri di bawah ruangan ini “Nak, sana tidur sudah malam!” dengan seucap kata aku menjawabnya “Ya, sebentar saja.” Udara malam ini dingin namun menyejukkan pikiran ini, saat itu terlihat ada dua orang bercakap di bawah.
“Sudahlah lakukan saja!”
Kedua orang itu lalu melihatku sekilas lalu pergi meninggalkan tempat tanpa ada jejak seperti halnya bayangan yang selalu mengikuti tubuh ini kesana kemari. Aku mengambil botol minum di bawah “Kenapa diriku?” aku bertanya pada diriku sendiri dan menjawab “Ya, sudahlah.”
Teguk demi teguk tertelan air botol itu “Ahhh, mineral.” Sendiri aku berucap. Lalu kulanjutkan pekerjaan itu tanpa ada rasa ragu untuk menulis semua itu. “Aaahhhhh!” teriak seorang wanita di luar sana, aku berpikir bahwa itu adalah ulah orang berdua tadi. Diriku keluar lagi ke balkon itu aku melihat hanya seekor kucing oranye yang menjahili seorang wanita itu.
“Hati-hati mbak kucing oranye itu memang penjahil!” seruku sambil memandangi betapa mempesonanya dia, “Iya ini mas” Jawabnya, “Hati-hati mbak sudah malem!” balasku padanya “Ooh iya mas makasih sudah diingatkan hehe.” Balasnya sambil berjalan entah ke mana tujuannya. Aku masih meragukan akan dua orang tadi, karena memang tidak pernah melihat mereka di sekitar sini.
Sembari kembali ke ruangan nan gelap itu, diriku berbicara pada diri sendir “Ada-ada saja kelakuan mamalia.” Terkadang tanpa kusadari aku berbicara sendiri namun sebagian besar masih kusadari mulutku berbicara tentang apa, orang menilai memang aneh ada juga yang bilang sangat kasar yakni kurang obat.
Ada suara menggema selain musikku yakni suara gemuruh dari hpku, sigap saja ku cek hp dan sambil berbaring di bawah ruangan ini yang mengkilap dilapisi si kasar gelap. Hp aku angkat tepat di atas mukaku namun hp ini licin hingga jatuh ke mukaku. Sontak aku terbangun dari semua mimpiku ini. Sontak aku berpikir kejadian semalam memang aku melakukannya dengan realitasku ini, namun entah kenapa aku mulai merasa bingung dengan kehidupanku ini.
Aku pergi ke kamar mandi dan mencuci mukaku lalu bercermin pada air bak mandiku. “Ada apa dengan diriku ini?” aku mulai bertanya pada diriku sendiri dengan penuh kebingungan. “Tak ada yang berubah menurutku, mungin saja perassanku saja” aku menggerutu lagi. Hari ini adalah waktuku bekerja di kantor, aku bekerja menjadi designer logo dari sebuah perusahaan besar. Aku selalu berangakat pada pagi hari dan pulang sore hari, tetapi kadang aku juga pulang malam hari. "Baiklah waktunya berangkat kali ini!" Sembari aku bersiap berangkat dan menuju pintu depan rumah. “Cerah!” kataku saat di jalan menuju kantor, pagi memang waktu dimana semua orang beraktifitas. Saat di jalan aku bertemu oleh wanita yang saat itu aku pernah temui.
“Hey pernahkah kita bertemu sebelumnya?” kataku
“Iya, waktu itu kau mengingatkanku akan kucing itu” jawabnya
“Kalau boleh tau namanya siapa mbak?”
“Oh namaku Julia!”
“Kalau aku biasa di panggil Bil, baiklah Julia terima kasih waktunya aku ada kerjaan di kantor hehe”
“Ya baiklah hati-hati di jalan!” kata Julia
Aku langsung saja pergi ke kantor sambil memikirkan apa yang telah terjadi setelah ini, karena aku bertemu sesorang yang ada dalam mimpi malam itu. Akhirnya aku sampai di kantor tepat waktu meskipun pekerjaanku bisa dilakukan di luar kantor, karena designer logo butuh inspirasi banyak untuk mendapatkan kreatifitasnya. “Aku bingung mulai dari mana” bicaraku pada laptopku di kantor saat itu. “Lebih baik aku berpikir di taman” gerutuku.
Langsung saja menuju ke taman dan meninggalkan kantor begitu saja tanpa ada rasa ragu. Taman pun menyapa di siang hari ini, terik ini tak terasa di taman kota yang penuh pepohonan rindang ini. Akhirnya datang juga waktu menjelang sore kala ini, aku duduk sambil memikirkan suatu ide logo, dan tidak sengaja aku menemukan sebuah koin yang berada di sampingku. “Mungkin ini bisa menjadi inspirasiku nanti, kubawa saja lah” dan kumasukkan ke kantung celanaku.
“Ku hubungi Levi saja lah, daripada sepi di sini” gerutuku
Levi pun datang di taman “Gk ke kantor lagi hari ini?” tanyanya, “Aku butuh inspirasi lagi hehe, jadi gimana kalau kita cari makanan di sekitar sini?”, “Ok jangan kasih kendor!” Levi berulah kembali. Aku dan Levi mencari makan siang di samping taman kota. Setelah makan Levi mengajak ke cafe sore itu, aku mau saja kali ini dia yang bayarkan semuanya.
Aku berbincang mengenai bisnis dia dalam fotografi prewedding.
“Jadi gimana bisnismu kemarin?” tanyaku
“Yah biasa saja sama seprti biasanya”
“Kemarin dimana kau memotret?”
“Akhir-akhir ini banyak yang minta tempat di suasan pegunungan sampai-sampai aku bosan ke sana karena spot hampir semua sudah terpakai di sana, butuh tempat lain, agar tidak sama dengan lainnya. Ahh inspirasi memang dibuthkan untuk saat ini, kita senasib!” jawabnya
“Ahaha yah mau bagaimana lagi, ya ini seluk beluk hidup!”
Tanpa ku sadari ternyat ini sudah malam, aku sampai lupa apa tugasku yang tadi. Tapi setidaknya aku mendapat sedikit ide dari perbincangan tadi dengan Levi. “Mari pulang, sudah malam ternyata ahaha”
“Baiklah”
Perjalanan pulang aku merasa di awasi oleh sesorang dari balkon, namun aku tidak menghiraukannya. Sesaat setelah menjauh dari pengawasan orang itu aku dan levi pun berpisah, karena arah rumahku dengannya berbeda. Saat itu dari kejauahn terdengar suara teriakan wanita, dan aku menoleh kebelakang “Julia?! Deja vu!” aku langsung saja berlari ke rumah meninggalkannya karena aku terkaget itu seperti mimpiku. “Ia di kagetkan oleh kucing itu! Aku terkena paradoks! Bagaimana ini?” akhirnya sampai di rumah dan aku mencoba menulis kejadian aneh tadi di notes komputerku. Akhirnya aku mulai memikirkan hal itu di sofa depan tempat biasa aku berbaring, aku biasany tertidur di sofa depan itu karena memikirkan sesuatu. “Kenapa hal ini bisa terjadi?” gerutuku, karena hal seperti menurtku di luar realitas dunia ini.
Aku tertidur dan aku terbangun dalam dunia ini lagi, aku berniat mengerjakan design logo itu malam ini.
“Lebih baik aku membuat kopi!, haha teman minum sendiri”
Aku mendapat ide untuk membuat logo saat ini, tanpa ku sadari aku membuat logo selancar ini dengan ide yang tercurahkan. Terkadang aku masih berpikir “Kenapa untuk mendapatkan ide kreatifitas di saat genting kenapa minum kopi bisa selancar ini? Haha” aku tertawa sendiri, yah sudah biasa kulakukan untuk berbicara sampai tertawa sendiri. Mungkin koin itu bisa menjadi inspirasi lagi bagi logoku “Mana koin itu? Aku menaruhnya di saku tadi!”
“Apakah ini paradoks lagi? Kenapa dengan diriku ini? Kenapa?” aku mencoba melihat catatan yang telah aku tulis tadi saat kejadian itu terjadi di komputerku, dan ternyata catatan itu tidak ada. “Aku tidak menghapusnya tadi, kenapa dengan semua ini?” aku mulai terengah dan takut dengan semua hal yang terjadi ini, sampai aku menjatuhkan secangkir kopiku di celana “Ah!”
Sekejap aku terbangun dari tidurku di sofa dan terkaget, aku melihat jam sudah siang hari. “Apa itu mimpi? Atau realitas?” aku mulai bingung cara membedakannya. Aku mulai mencari koin itu di saku dan ternyata ada, lalu aku melihat catatan yang ada dalam komputer dan ternyata ada.
“Kenapa dengan diriku?”
“Apa untuk saat ini realitas? Ya aku yakin sekali ini realitas semuanya ada dan tumpahan kopi itu tidak ada”
Aku masih terbingungkan dengan semua ini, tampaknya ini efek imajinasiku yang berlebih “Tapi kenapa bisa terjadi?” aku yang masih kebingungan ini langsung saja design logo yang ada dalam mimpiku tadi. Tanpa pikir panjang langsung saja semua selesai “Ada baiknya juga untuk membantu projek sulitku kali ini”
Aku mulai keluar rumah untuk pergi menenangkan setelah kagetku tadi saat mimpi paradoks itu terjadi. Aku pergi ke taman dan di sana menenangkan sejenak pikiranku "Rindang!" Kataku sejenak.
"Julia?!" Aku menyapanya karena tidak tersangka bertemu dengannya, langsung saja aku menyapanya. "Hey, apa kabar?" "Ada waktu untuk berbicara?" "Baiklah aku bisa, ada apa memang?" "Jadi begini, apa kau kemarin atau tadi malam di ganggu oleh kucing itu?" Tanyaku "Kucing? Kemarin aku memang di kagetkan oleh seekor kucing, ada apa memang?" "Begini aku bermimpi aneh dan itu ada hubungan dengan dunia nyataku di keesokan harinya, itu membuatku bingung, antara mana mimpi dan mana yang realitas" "Seperti apa itu?" "Bagaimana ya?, jadi aku awalnya menjadi orang di balkon atas dan melihatmu berjalan di ganggu oleh kucing itu dan sebelum itu aku melihat 2 orang berjalan menjauh dariku, dan keesokannya aku berjalan berdua dengan temanku dan aku di awasi oleh orang di balkon, itu membuatku bingung" "Bagaiman bisa itu terjadi? Deja vu? Atau semacam keajaiban?" "Entahlah, jadi bagaimana kalau kita cari makan di sekitar sini aku belum makan sama sekali"
"Baiklah aku bersamamu!"
Aku dan Julia mencari makan di sekitar taman dan aku lupa untuk email kepada kantor logo itu. "Hey aku lupa untuk email pekerjaanku pada kantorku, bisakah aku nanti pergi dulu untuk mengirmnya?", "Terserah tapi lebih baik kamu sarapan saja dulu, atau kita bisa bawa pulang saja", "Baiklah kitabawa pulang saja" Aku dan Julia pesan dan menunggu untuk siap dibawa makanannya, dan setidaknya aku mulai tidak bingung lagi dengan keadaan itu.
"Hey kau bisa makan di rumahku jika kau mau"
"Baiklah aku kesana"
Aku dan Julia sampai di rumah untuk sarapan dan aku mengirmkan pekerjaanku pada kantor. Setelah itu aku pun makan bersamanya di depan sambil membawakannya minuman jeruk. "Ini jeruk untukmu", "Terima kasih, kebetulan sekali aku ingin jeruk pagi ini", "Kau bisa tambah jika kau mau" aku saat duduk di bawah bersamanya merasa terganjal oleh koin, dan menaruhnya di depanku.
"Hey itu koinku jatuh kemarin! Dimana kau menemukannya? Apa di taman itu?"
"Ya aku menemukannya disana, kau bisa mengambilnya, ngomong-ngomong aku mendapat ide logo karena koin itu. Terima kasih!"
"Aku yang sebenarnya berterima kasih, sekarang kau di realitas bukan mimpi"
"Haha ada-ada saja!"
Aku pun terkesan olehnya, setidaknya aku memiliki teman lawan jenis sekarang. Aku terinspirasi dari kisah hidupku yang aneh ini, mungkin saja aku bisa menulisnya menjadi sebuah cerita. Aku pun mendapat email dari kantorku ternyata logoku di pilih dari klien. "Yaaay aku menang lagi kali ini, terima kasih mimpiku!" Sambil memandangi layar hp. Aku merasa imajinasiku telah membantuku untuk memenangkan logo ini, ini rasanya aneh bagiku untuk ingin mengulanginya kembali.



Comments